Rumah Adat Sunda: Sejarah Dan Jenis-Jenisnya

rumah adat sunda

Rumah adat sunda adalah salah satu jenis rumah adat yang ada di Indonesia. Rumah adat ini berasal dari daerah Jawa Barat, Banten, dan sebagian Jakarta.

Rumah adat ini memiliki ciri khas yang berbeda dengan rumah adat lainnya, baik dari segi bentuk, bahan, maupun fungsi. Rumah adat ini juga memiliki sejarah dan makna filosofis yang menarik untuk diketahui.

Berikut ini dealrumah.com ulas secara lengkap mengenai Rumah adat dari Sunda dari sejarah sampai macam-macamnya

Ciri Rumah Adat Sunda

Rumah adat sunda memiliki beberapa ciri khas, antara lain:

  • Rumah ini berbentuk panggung, yaitu rumah yang berdiri di atas tiang-tiang kayu. Hal ini bertujuan untuk menghindari banjir, hewan liar, dan serangan musuh.
  • Rumah ini memiliki atap yang berbentuk limas atau tajug, yaitu atap yang menjulang tinggi ke atas. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan kemuliaan dan keagungan pemilik rumah.
  • Rumah ini memiliki dinding yang terbuat dari anyaman bambu atau papan kayu. Hal ini bertujuan untuk memudahkan sirkulasi udara dan cahaya di dalam rumah.
  • Rumah ini memiliki lantai yang terbuat dari bambu atau kayu. Hal ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan kehangatan bagi penghuni rumah.
  • Rumah ini memiliki pintu dan jendela yang berukuran kecil. Hal ini bertujuan untuk menjaga privasi dan keamanan penghuni rumah.
  • Rumah ini memiliki ruangan yang terbagi menjadi tiga bagian, yaitu serambi depan (pancah), ruang tengah (imah tengen), dan ruang belakang (imah tonggoh). Masing-masing bagian memiliki fungsi yang berbeda.

Sejarah Rumah Adat Sunda

Rumah adat sunda merupakan hasil dari perkembangan budaya masyarakat Sunda sejak zaman prasejarah hingga zaman kerajaan. Rumah adat ini dipengaruhi oleh faktor geografis, sosial, ekonomi, politik, agama, dan seni.

Faktor geografis mempengaruhi bentuk rumah adat ini yang berbentuk panggung. Hal ini karena daerah Sunda banyak dilalui oleh sungai-sungai dan rawa-rawa yang sering menyebabkan banjir.

Faktor sosial mempengaruhi fungsi rumah adat ini sebagai tempat tinggal sekaligus tempat berkumpulnya keluarga besar. Hal ini karena masyarakat Sunda memiliki konsep gotong royong dan kekeluargaan yang kuat.

Faktor ekonomi mempengaruhi bahan rumah adat ini yang terbuat dari bambu dan kayu. Hal ini karena masyarakat Sunda banyak mengandalkan hasil alam sebagai sumber penghasilan mereka.

Faktor politik mempengaruhi atap rumah adat ini yang berbentuk limas atau tajug. Hal ini karena masyarakat Sunda pernah hidup di bawah kekuasaan kerajaan-kerajaan besar, seperti Tarumanegara, Galuh, Pajajaran, Mataram Islam, VOC, dll.

Faktor agama mempengaruhi orientasi rumah adat ini yang menghadap ke arah timur atau barat. Hal ini karena masyarakat Sunda menganutberbagai macam agama, seperti Hindu, Budha, Islam, Kristen, dll.

Faktor seni mempengaruhi hiasan rumah adat ini yang berupa ukiran, lukisan, atau anyaman. Hal ini karena masyarakat Sunda memiliki bakat seni yang tinggi. Hiasan rumah adat ini menggambarkan motif-motif alam, flora, fauna, atau geometris yang memiliki makna simbolis.

Makna Filosofis Rumah Adat Sunda

Rumah adat sunda tidak hanya memiliki nilai estetika dan fungsional, tetapi juga memiliki nilai filosofis yang mendalam. Rumah adat ini merupakan cerminan dari pandangan hidup dan kepercayaan masyarakat Sunda. Berikut adalah beberapa makna filosofis rumah adat ini:

  • Rumah adat ini terdiri dari tiga bagian utama, yaitu bawah (panggung), tengah (badan rumah), dan atas (atap). Ketiga bagian ini melambangkan tiga lapisan alam semesta, yaitu bumi, langit, dan akasa.
  • Rumah adat ini memiliki bentuk yang simetris dan seimbang. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Sunda menghargai keseimbangan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam.
  • Rumah adat ini dibangun dengan menggunakan bahan-bahan lokal yang ramah lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Sunda memiliki kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam.

Contoh Rumah Adat Sunda

Rumah adat sunda memiliki berbagai macam jenis dan variasi, tergantung dari daerah asalnya. Beberapa contoh rumah adat sunda adalah:

Rumah adat sunda Baduy

rumah adat sunda

Rumah adat yang berasal dari daerah Banten. Rumah adat ini memiliki bentuk yang sederhana dan tidak memiliki hiasan sama sekali.

Hal ini karena masyarakat Baduy mengikuti ajaran Sunda Wiwitan yang menghormati alam dan menjauhi kemewahan.

Rumah adat sunda Kasepuhan

rumah adat sunda

Rumah adat yang berasal dari daerah Cirebon. Rumah adat ini memiliki bentuk yang megah dan memiliki hiasan yang indah.

Hal ini karena masyarakat Kasepuhan merupakan keturunan dari Kerajaan Cirebon yang memiliki pengaruh Islam dan Jawa.

Rumah adat sunda Imah Gede

rumah adat sunda

Rumah adat yang berasal dari daerah Garut. Rumah adat ini memiliki bentuk yang besar dan luas. Hal ini karena masyarakat Garut merupakan daerah agraris yang memiliki lahan pertanian yang luas.

Rumah adat sunda Kampung Naga

rumah adat sunda

Rumah adat yang berasal dari daerah Tasikmalaya. Rumah adat ini memiliki bentuk yang unik dan harmonis.

Demikianlah artikel tentang rumah adat sunda, Anda dapat mengetahui informasi lebih lengkap dari situs resmi pemprov Jawa Barat. Semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi Anda.

Leave a Comment